Dolar AS Melemah Jelang Pemangkasan Suku Bunga, Tapi Prospeknya Masih Tangguh.

  • Dolar tertekan ekspektasi Fed cuts 150 bps, namun ekonomi AS masih solid dengan dukungan AI dan inflasi tinggi.

  • Data penjualan ritel AS melampaui ekspektasi, memperkuat sinyal konsumsi domestik yang tangguh.

Dolar AS terus kehilangan momentum menjelang keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi pasar kini mengantisipasi pemangkasan hingga 150 basis poin dalam setahun, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Tekanan terhadap dolar juga muncul dari data ketenagakerjaan yang lebih lemah, namun Capital Economics menilai pelemahan ini berlebihan. Mereka memperkirakan dolar akan stabil karena ekonomi AS masih solid, didukung lonjakan investasi AI dan inflasi yang tetap di atas target, sehingga The Fed cenderung menghindari pelonggaran terlalu agresif.

Sementara itu, data penjualan ritel AS pada Agustus mencatat kenaikan 0.6%, melampaui ekspektasi 0.2% dan mencerminkan daya beli konsumen yang tetap kuat. Hal ini menunjukkan fondasi ekonomi masih kokoh meski pasar tenaga kerja melambat. Dibandingkan dengan Eropa dan Asia yang pertumbuhannya lebih lemah, perbedaan arah kebijakan moneter justru berpotensi menjaga keunggulan dolar dalam jangka menengah. Faktor tambahan datang dari arus modal ke pasar saham AS yang terus menguat berkat optimisme pertumbuhan berbasis teknologi.

Di sisi geopolitik, sentimen risiko juga ditopang perkembangan positif dalam negosiasi dagang AS–China yang membawa peluang kesepakatan baru. Kombinasi pemangkasan suku bunga The Fed yang terkendali, data ritel yang kuat, serta perbedaan pertumbuhan dengan negara lain membuat sentimen dolar saat ini cenderung kuat bullish. Alasannya, pelemahan jangka pendek lebih dipicu ekspektasi pasar yang berlebihan, sementara faktor fundamental dan aliran modal tetap mendukung ketahanan dolar.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish untuk indeks saham AS – Fundamental ekonomi AS, arus modal, dan diferensial suku bunga tetap menopang kekuatan dolar meski The Fed memangkas suku bunga.

Emas Sentuh Rekor Baru, Pasar Abaikan Data Kuat AS dan Fokus pada Fed.

  • Emas mencetak rekor baru $3,703 meski data penjualan ritel dan produksi industri AS lebih kuat dari ekspektasi.

  • Pelemahan dolar dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menopang reli emas.

Harga emas terus melaju ke rekor tertinggi $3,703 per ons pada Selasa sebelum bergerak di sekitar $3,689, naik 0,27% di sesi Amerika Utara. Reli emas terjadi meskipun data ekonomi AS menunjukkan kekuatan, dengan penjualan ritel Agustus naik 0,6% dan produksi industri juga meningkat. Namun, pasar lebih fokus pada data tenaga kerja yang lemah, yang mendorong Federal Reserve mengambil sikap dovish menjelang keputusan suku bunga dan publikasi proyeksi dot plot pada Rabu.

Dolar AS justru melemah, dengan Indeks DXY turun 0,74% ke 96,62, sementara imbal hasil obligasi AS cenderung stabil. Pelemahan dolar memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terlebih ketika pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin, dengan peluang pemangkasan lebih lanjut di pertemuan mendatang. Selain itu, konfirmasi Senat atas anggota baru The Fed, Stephen Miran, menambah sorotan terhadap arah kebijakan bank sentral.

Faktor geopolitik juga memberi dukungan tambahan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan. Kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta ketidakpastian geopolitik membuat sentimen emas saat ini kuat bullish, karena investor memilih logam mulia sebagai aset aman di tengah perubahan kebijakan moneter dan risiko global.

Source: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Didorong oleh dolar yang melemah, ekspektasi kebijakan dovish The Fed, dan dukungan geopolitik AS–China.

Minyak Menguat Tajam, Stok AS Anjlok dan Serangan Ukraina Tekan Pasokan Rusia.

  • Stok minyak AS turun jauh lebih besar dari perkiraan (-3,4 juta barel vs ekspektasi -1,6 juta).

  • Serangan Ukraina berpotensi mengurangi pasokan minyak Rusia hingga ratusan ribu barel per hari.

Harga minyak mentah AS naik lebih dari 1% pada Selasa setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan persediaan minyak mentah domestik sebesar 3,4 juta barel, jauh melampaui ekspektasi penurunan 1,6 juta barel. WTI sempat menyentuh $64,55 per barel setelah penutupan, naik dari settlement $64,42. Pasar kini menanti data resmi dari EIA yang akan dirilis Rabu, yang berpotensi memperkuat tren penurunan stok.

Selain faktor persediaan, harga minyak juga terdorong kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia akibat serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan ekspor dan kilang utama. Transneft memperingatkan kemungkinan pemotongan produksi, sementara Goldman Sachs memperkirakan sekitar 300.000 barel per hari kapasitas penyulingan Rusia sudah terdampak sejak Agustus. Kondisi ini menambah tekanan pada pasar global dan memperkuat tren kenaikan harga.

Investor juga mencermati keputusan The Fed pada 16–17 September, di mana pemangkasan suku bunga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi. Dengan kombinasi stok AS yang menurun, pasokan Rusia yang terganggu, serta prospek stimulus moneter, sentimen harga minyak saat ini cenderung kuat bullish, didorong oleh risiko pasokan dan potensi peningkatan permintaan.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Kombinasi faktor penurunan stok, risiko geopolitik, dan prospek stimulus The Fed mendukung tren kenaikan harga minyak.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi GBP, EUR, CAD:

  • CPI (GBP): Perkiraan inflasi yang stabil (3.8%) menunjukkan dampak Netral untuk GBP.

  • CPI (EUR): Sedikit kenaikan pada inflasi (2.1% vs 2.0%) merupakan sinyal positif untuk ekonomi zona Euro, berpotensi mendukung EUR (⬆️).

  • BoC Interest Rate: Penurunan suku bunga yang diperkirakan oleh Bank of Canada (2.50% vs 2.75%) merupakan sinyal dovish yang kuat, berpotensi menekan CAD (⬇️).

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: