Wall Street Pecahkan Rekor, Pasar Rayakan CPI Jinak Meski Inflasi Inti Memanas.
CPI Juli lebih jinak dari perkiraan mendorong peluang rate cut September hingga 90%.
Inflasi inti dan harga jasa tetap panas, memunculkan risiko The Fed menahan pelonggaran.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan pada Selasa (12/8) setelah data inflasi AS Juli lebih rendah dari perkiraan, memicu ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan. CPI tahunan naik 2,7%, di bawah proyeksi 2,8%, sementara CPI inti justru menguat ke 3,1% YoY, di atas estimasi 3,0%. Sentimen dovish ini mendorong peluang pemangkasan suku bunga 25 bps di September hingga 90%, meski beberapa analis menilai lonjakan inflasi inti bisa membuat The Fed lebih berhati-hati.
Optimisme pasar juga didorong oleh lemahnya laporan tenaga kerja Juli dan revisi tajam data Mei–Juni. Namun, Scotiabank memperingatkan bahwa kenaikan tajam harga jasa inti sebesar 0,48% bulanan—setara laju tahunan 5,9%—menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi. Kenaikan harga merata di sewa, furnitur, layanan kesehatan, dan rekreasi, sementara penurunan harga energi dan pangan hanya memberi jeda terbatas.
Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump menunjuk E.J. Antoni sebagai Kepala BLS menggantikan Erika McEntarfer yang dipecat setelah laporan tenaga kerja mengecewakan. Perubahan ini menambah kontroversi terkait kualitas data inflasi, seiring anggaran BLS yang dipangkas. Meskipun analis hawkish mengingatkan potensi penundaan pemangkasan, pasar tetap merespons seolah pelonggaran sudah di depan mata.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen terhadap indeks saham AS Bullish — Pasar mengabaikan lonjakan inflasi inti dan fokus pada peluang pemangkasan suku bunga, mendorong reli indeks saham AS.
Trump Guncang The Fed, Emas Rebound Usai Data CPI AS Meleset.
CPI AS Juli di bawah ekspektasi memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Trump menekan The Fed lewat kritik keras terhadap Jerome Powell, mendukung rebound emas.
Harga emas menguat tipis 0,20% pada Selasa (12/8) ke $3.348 setelah rilis inflasi AS Juli yang meleset dari ekspektasi pada headline CPI, memicu spekulasi pemangkasan suku bunga. Dukungan tambahan datang dari pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell, bahkan mengancam akan menggugatnya terkait renovasi gedung bank sentral. Sentimen ini mendorong harga emas bangkit dari level terendah harian $3.331 menuju puncak intraday $3.359.
Data CPI AS menunjukkan inflasi tahunan tetap di 2,7%, di bawah perkiraan 2,8%, sementara core CPI naik ke 3,1% YoY dari 2,9%, melampaui estimasi 3,0%. Dolar AS yang melemah 0,45% di 98,05 turut menopang harga emas. Ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga The Fed pada 17 September kini mencapai 95%, dengan sebagian analis bahkan melihat peluang pemangkasan ganda jika tekanan ekonomi meningkat.
Selain data inflasi, pasar juga mencermati komentar pejabat Fed yang cenderung berhati-hati serta jadwal rilis data PPI, klaim pengangguran, dan penjualan ritel dalam beberapa hari ke depan. Dengan inflasi yang tidak terlalu panas dan sinyal politik yang menekan independensi The Fed, emas kembali menjadi aset lindung nilai favorit, didukung prospek kebijakan moneter yang lebih longgar.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Dolar melemah, ekspektasi pemangkasan suku bunga tinggi, dan tekanan politik terhadap The Fed mendukung reli emas.
Musim Sepi & Stok Minyak Naik, Harga Tertekan Jelang Pertemuan Trump–Putin.
Kenaikan stok minyak AS dan permintaan yang melemah menekan harga.
Pertemuan Trump–Putin berpotensi mengubah peta sanksi minyak Rusia.
Harga minyak jatuh pada Selasa (12/8) dipicu faktor musiman menjelang akhir musim mengemudi AS dan laporan stok yang menunjukkan lonjakan tak terduga. Brent ditutup turun 0,77% di $66,12 per barel, sementara WTI anjlok 1,24% ke $63,17 per barel. Data API menunjukkan persediaan minyak AS naik 1,5 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi penurunan 0,8 juta barel, sehingga menambah tekanan jual.
Prospek permintaan turut suram akibat melemahnya konsumsi solar dan proyeksi kenaikan produksi global. Laporan OPEC memprediksi permintaan global naik 1,38 juta bph di 2026, sementara EIA memperkirakan produksi AS rekor 13,41 juta bph di 2025 sebelum turun tipis pada 2026. Selain itu, sentimen pasar juga terpengaruh rencana pertemuan Trump–Putin di Alaska, yang berpotensi menghasilkan gencatan senjata Ukraina dan perubahan sanksi minyak Rusia.
Di sisi perdagangan global, Trump memperpanjang gencatan tarif dengan China hingga 10 November, menghindari lonjakan bea masuk di musim belanja akhir tahun. Namun, jika pertemuan dengan Putin gagal membawa kemajuan, risiko sanksi tambahan terhadap pembeli minyak Rusia seperti China tetap membayangi pasar.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish — Lonjakan persediaan, prospek permintaan yang lesu, dan kenaikan produksi global menekan harga.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi EUR dan USD
- German CPI (EUR): Perkiraan inflasi yang lebih tinggi (⬆️) berpotensi mendukung EUR.
- Crude Oil Inventories (USD): Dampak tergantung pada data aktual.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
