Dolar Tertahan: Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Kian Menguat.

  • Peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September naik tajam ke 90% setelah data tenaga kerja dan jasa melemah.

  • Trump siap naikkan tarif baru untuk sektor chip, farmasi, dan India, menambah ketidakpastian ekonomi.

Dolar AS stabil pada Selasa (5/8), berusaha pulih setelah terpukul laporan ketenagakerjaan Jumat lalu yang mengecewakan. Indeks Dolar (DXY) menguat tipis 0,2% ke 98,765 setelah sempat menyentuh level terendah sepekan. Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed September mencapai 90%, naik tajam dari 63% pekan sebelumnya, seiring tanda-tanda pelemahan ekonomi makin nyata.

Data ISM Services PMI AS yang dirilis Selasa justru melemah ke 50,1 di Juli, jauh di bawah ekspektasi 51,5, menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi. Layanan mencakup lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS. Komentar dari Presiden Fed San Francisco Mary Daly memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan, dengan menyatakan risiko kini lebih condong pada tiga pemangkasan suku bunga tahun ini. Goldman Sachs bahkan memproyeksikan skenario pemangkasan berturut-turut hingga Desember.

Dari sisi perdagangan, defisit dagang AS turun tajam 16% menjadi $60,2 miliar di Juni, didorong penurunan impor setelah lonjakan sementara akibat tarif. Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam wawancara bahwa tarif tambahan untuk chip, farmasi, dan barang dari India segera diumumkan. Meski ada kabar bahwa kesepakatan dagang dengan China “semakin dekat,” ketidakpastian tetap membayangi arah ekonomi global.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen terhadap dolar AS cenderung bearish, karena meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed dan kekhawatiran pelemahan ekonomi domestik serta global.

Spekulasi Pemangkasan The Fed & Kekacauan Data, Dorong Harga Emas Naik

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed makin kuat pasca data NFP dan ISM Services yang lemah.

  • Ketidakpastian ekonomi meningkat akibat pergantian pejabat Fed dan lonjakan tarif, mendorong permintaan emas.

Harga emas naik tipis ke $3,381 pada sesi Amerika, didorong spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan September. Data tenaga kerja AS yang lemah pekan lalu, termasuk revisi tajam ke bawah pada NFP Mei dan Juni, memicu ekspektasi pemangkasan pertama sebesar 25 bps. Ketidakpastian bertambah setelah Gubernur Fed Adriana Kugler mengundurkan diri, membuka jalan bagi Presiden Trump untuk menunjuk calon baru, bahkan pengganti Jerome Powell.

Sinyal pelemahan ekonomi makin jelas, dengan indeks ISM Services PMI turun ke 50.1 di Juli, meleset dari ekspektasi. Sementara itu, defisit dagang AS menyempit ke $60,2 miliar di Juni, level terendah dalam dua tahun. Namun, investor semakin skeptis terhadap akurasi data ekonomi setelah pemecatan kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) oleh Trump. Hal ini turut memicu pembelian emas sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak data dan kebijakan.

Di sisi perdagangan, tarif baru AS yang berlaku mulai 7 Agustus berkisar antara 10–41%, mendorong inflasi berbasis bea masuk. Citi pun menaikkan proyeksi harga emas 3 bulan ke depan ke $3,500 per troy ounce, mengutip kombinasi dari pelemahan dolar, inflasi tarif, dan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Meski yield obligasi AS mulai pulih, harga emas tetap bertahan mendekati level tertinggi delapan hari dan berpotensi uji $3,400 dalam waktu dekat.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen terhadap emas cenderung bullish, didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, ketidakpastian ekonomi AS, dan risiko inflasi akibat tarif.

Minyak Tertekan Dua Arah: Produksi Naik, Permintaan Melemah

  • OPEC+ kembali menaikkan produksi untuk bulan kedua, menambah tekanan pasokan di tengah lesunya permintaan global.

  • Ancaman tarif Trump terhadap pembeli minyak Rusia belum cukup kuat mengubah arah pasar yang didominasi kekhawatiran oversupply.

Harga minyak turun pada Selasa, memperpanjang penurunan setelah OPEC+ mengumumkan kenaikan produksi sebesar 547.000 barel per hari untuk bulan kedua berturut-turut. Brent diperdagangkan di $68,21 dan WTI di $65,65 per barel, keduanya melanjutkan pelemahan ke level terendah dalam sepekan. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap melambatnya permintaan global kian membayangi pasar, terutama setelah data ekonomi dari AS dan Tiongkok menunjukkan tanda perlambatan signifikan.

Data tenaga kerja AS yang lemah serta kontraksi sektor manufaktur di Tiongkok memicu kekhawatiran bahwa permintaan minyak dunia bisa melemah tajam. Kombinasi dari pelonggaran pasokan oleh OPEC+ dan tekanan ekonomi global menambah ketidakpastian arah pasar energi. Meski sempat didukung ancaman tarif AS terhadap pembeli minyak Rusia seperti India dan China, potensi gangguan pasokan belum mampu menahan tren penurunan harga.

Trump telah memberlakukan tarif 25% pada India dan mengancam hukuman lebih besar jika negara tersebut tidak menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Jika India dan China benar-benar menghentikan impor, sekitar 1,7 juta bph pasokan bisa hilang dari pasar, membuka peluang bagi OPEC+ untuk kembali memangkas produksi. Namun, hingga ada tindakan konkret, pasar tetap fokus pada kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar minyak cenderung bearish, dipicu kombinasi kenaikan produksi OPEC+ dan melemahnya permintaan global, terutama dari AS dan China.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

Crude Oil Inventories (USD): Dampak bergantung pada data aktual persediaan minyak mentah.

  • Jika persediaan: Naik dari sebelumnya, dapat menekan harga minyak dan mata uang yang terkait dengan ekspor minyak (termasuk secara tidak langsung USD).
  • Turun dari sebelumnya, dapat menaikkan harga minyak dan mata uang yang terkait dengan ekspor minyak.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: